kisah

Kisah Fenomenal Ayana Jihye, Wanita Asal Korea yang Hijrah Jadi Mualaf

Ayana Jihye Moon (21), wanita asal Korea ini memilih memeluk islam dan memutuskan untuk berhijab setelah penasaran dengan budaya Timur Tengah.

Keputusan menjadi mualaf pun cukup mengejutkan. Ayana semasa kecil mengaku membenci agama Islam. Kebencian itu berangkat dari informasi negatif yang dia terima dari sekelilingnya.

Dia mengaku mulai mengetahu ada agama Islam dari Perang Irak yang tengah berkecamuk sejak tahun 2003. Banyak yang kemudian membagi tautan berisi foto-foto Ayana yang berhijab.

brilio

Gadis kelahiran 28 Desember 1995 memutuskan memeluk Islam ketika masih duduk di bangku setingkat SMU di Korea.

Mem-posting puluhan fotonya dalam balutan hijab melalui akunnya pada Instagram @xolovelyayana, Ayana mendapat simpati dan perhatian dari kalangan netizen.

Itu karena keputusannya menjadi mualaf merupakan langkah drastis mengingat ia adalah satu-satunya yang memeluk Islam di keluarganya.

Selain itu populasi muslim di Korea sendiri juga hanya sekitar satu persen saja.

“Orang-orang Korea tak peduli dengan agama Islam, tapi mereka menghormatinya. Meskipun tak bisa dipungkiri ada juga orang-orang yang membenci Islam,” kata Ayana soal dirinya kemudian menjadi

Saat memutuskan menjadi mualaf, Ayana kemudian meninggalkan negaranya sebab kini dia sedang menempuh studi Islam pada Universitas Islam Malaysia.

Ayana semasa kuliah di Malaysia

Sebenarnya, awalnya, Ayana sangat penasaran dengan ajaran Islam. Saat SMA, Ayana sudah tak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya tentang Islam.

Dia kemudian mempelajari Islam melalui internet. Ayana juga sempat mengikuti summer camp selama 3 hari. Ia pun makin mantap memutuskan untuk masuk Islam.

Keputusannya itu terbilang merupakan sebuah keputusan yang sangat berani. Lalu, bagaimana hubungan dia dengan kedua orangtuanya kini terlebih beda agama? Ternyata amat baik.

Hal tersebut terbukti dari posting-nnya melalui Instagram, dimana dia memperlihatkan kehangatan dengan orangtuanya yang tak luntur hanya karena agama.

Pada Kamis (21/9/2017), bertepatan dengan 1 Muharram 1439 H atau Tahun Baru Islam, Ayana mem-posting foto ibunya sedang mengangkat kaki.

ayana sangat menyayangi ibunya, meski sempat ditentang saat memutuskan jadi mualaf

Melalui caption atau keterangan foto di bawah ini, dia menyebut ibunya sebagai wanita paling tangguh di dunia, paling disayangi, serta selalu diajak tidur bareng layaknya seorang bayi.

Lalu, pada Rabu (20/9/2017), dia mem-posting foto masjid, namun diberi caption soal bagaimana ayahnya yang suka kepoin akunnya pada Instagram.

Sang ayah kini menjelma menjadi “polisi Instagram” yang memantau semua posting-an dan menemukan sejumlah komentar pertanyaan soal “kapan nikah?”

Sepertinya Ayana harus menunggu 9 tahun lagi sebab dia ingin menikah pada usia 30-an tahun, layaknya pemuda dan pemudi lain di Korea.

Sang ayah juga kerap berbincang-bincang dengannya soal Islam, tapi tak seserius yang mungkin orang lain pikirkan.

Setelah berbincang, eh malah hati Ayana jadi kompleks, entah apa penyebabnya. Dia pun tak mengerti. (Tribun)

https://www.instagram.com/p/BZOpuSajxVf/

“My dad made Insta account to stalk my account. He’s just a instapolice sometimes he reported some comments Anyway, he was shocked when he read this comment such as ‘Kapan nikah?’. Because I’m too young to get married in Korea(My dad wants me to get married when I will be 30yrs old. It’s usual in Korea.) and It’s impolite to ask such a question and then he also asked me, “Where is your hair?”

“My parents and me sometimes talk about #islam and my life in Malaysia but it’s not that serious as you think. After talking to them, my heart is always so complex. I don’t know why. But of course, I can understand them. Hehe. Good night. Today is done! #alhamdulillah”

“This beautiful #mosque was taken by @xolovelyayana”

Simak video wawancara Ayana bersama NET tv berikut ini.

Dalam video di atas sekaligus Ayana mengklarifikasi isu bahwa dulu ia pernah menjadi personel girlband Kpop Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *